Rabu, 12 Januari 2011

Makalah Ilmu Kalam, dalam Pendidikan Agama

Rabu, 12 Januari 2011

BAB I
PENDAHULUAN
Al-Asy’ari (260 H/873 M – 324 H/935 M) adalah tokoh dan pelopor yang mempunyai aliran dalam ilmu kalam. Dalam hal ini banyak orang mengikuti beliau dan namanya diabadikan menjadi nama aliran “ Asy-Ariah” dan kemudian aliran ini identik dengan nama “Ahlussunnah Waljama’ah” bahkan aliran ini merupakan salah satu aliran terbesar dan masih diikuti mayoritas umat Islam saat ini.
Menurut para ahli, tidak ada keterangan terperinci tentang pendidikan yang beliau tempuh, hanya dikatakan bahwa sejak usia muda beliau berguru dengan Al Jubbai seorang yang dikenal dari aliran Muktazilah yang diikuti beliau dan mempelajari ajaran-ajarannya dengan setia sampai menginjak usia 40 tahun, bahkan karya Al Asy’ari tidak sedikit yang berkutat tentang kemuktazilahan. Walaupun akhirnya beliau meninggalkan aliran Muktazilah dan membentuk aliran sendiri.
Untuk lebih jelasnya tentang sebab-sebab beliau meninggalkan aliran Muktazilah dan membuat aliran sendiri akan dijelaskan dalam latar belakang munculnya aliran Al-Asy’ari.

BAB II
RUMUSAN MASALAH

Dalam pembahasan aliran Al-Asy’ariah terdapat rumusan masalah yang menjadi topic seputar aliran Al-Asy’ariah
A. Latar Belakang Munculnya Aliran
Latar belakang munculnya aliran akan dikembangkan dalam pembahasan
B. Hasil Karya dan Ajaran-ajaran Al-Asy’ari
Hasil karya Al-Asy’ari sangat banyak namun dalam pembahasan hanya 3 buku penting yang disebutkan.
C. Membahas tentang Iman dan Kufur
Pembahasan batas-batas iman dan kufur untuk kaum muslimin
D. Perbuatan Manusia dan Tuhan
Perbuatan manusia dan tuhan meliputi atas kehendak manusia dan Tuhannya

BAB III
PEMBAHASAN

A. Latar Belakang Aliran
Dalam hal ini tidak ada sebab yang pasti namun sebab yang biasa disebut berasal dari Al-Subki dan Al-Hafidz bin Azakir mengatakan bahwa pada suatu malam Asyari bertemu beliau nabi Muhammad SAW, mengatakan bahwa madzhab hadist lah yang benar dan muktazilah salah.
Sebab lain adalah Al-Asy’ari berdebat dengan gurunya Al-Jubbai dan dalam perdebatan tersebut Al Jubbai tidak dapat memberikan jawaban yang memuaskan.
Kemudian dalam keputusan terakhir Al-Asy’ari mengasingkan diri selama 15 hari untuk merenungkan tentang ajaran-ajaran kemuktazilahan. Setelah itu ia pergi ke masjid naik mimbar dan mengatakan kepada hadirin bahwa mulai saat ini atas petunjuk Allah SWT meninggalkan aliran kemuktazilahan yang diragakan dengan melepas bajunya dan berpindah aliran yang ia susun sendiri dalam karya tulisannya yang bernama aliran Ahli Sunnah.

B. Hasil Karya dan Ajaran-ajaran Al-Asyari
Al-Asyari sampai tahun 931 M meninggalkan buku sebanyak 69 judul buku dan setelah itu masih menulis 29 buku lain. Tetapi yang sampai pada lkita hanya 3 judul buku yaitu :
1. Maqaalat al Islamiyyin ( Pendapat aliran Islam)
2. Al Ibanah Anushul al Diyanah (Penjelasan dasar Islam)
3. Al Luma’ fi al Rad ala Ahlal Ziaqh Wa’abia (Polemik melawan para Penyelewengan dan Pembaharu)
Ajaran Al Asy’ari dapat diketahui melalui bukunya dengan ciri sebagai penengah antara aliran rasionalis dan textualis yaitu antara lain tentang :
1. Wahyu Tuhan yang disebut Kalam Allah
Kalam Allah adalah lafal-lafal yang diturunkan melalui malaikat Jibril kemudian disampaikan pada Nabi, adalah Dalalah (yang menunjukkan) dari kalam yang sifatnya Azali Dalalah yang disebut itu adalah makhluk (diciptakan) yang madlul bersifat Qodim dan Azali.
2. Pengakuan adanya sifat-sifat Tuhan
Menurut Al Asy’ari sifat tuhan itu tidak sama dzat Nya dan Tuhan memiliki sifat wajib, mustakhil dan jaiz
3. Melihat Tuhan di akhirat
Manusia dapat melihat Tuhan di akhirat karena Tuhan itu maujud dan setiap yang maujud itu memungkinkan untuk dilihat, tentang caranya kita jangan berfikir arah tempat dan bentuk yang kita alami saat ini. Tentunya hal ini mustahil Al-Asy’ari mendasarkan pada QS:Al Qiyaamah ayat 22-23

“ Wajah-wajah (orang mukmin) pada hari itu berseri-seri, kepada Tuhannyalah mereka melihat “
4. Dosa Besar
Orang mukmin yang melakukan dosa besar ia tetap mukmin tapi mukmin Ashi atau Fasik. Bila ia meninggal sebelum bertaubat maka terserah Tuhan atas pelanggarannya itu, apakah Tuhan menyiksa atau mengampuninya. Walau ia masuk neraka tetapi akhirnya akan bisa merasakan syurga.
5. Imanah
Imanah/Kepala Pemerintahan ditetapkan berdasarkan musyawarah untuk mendapat mufakat seperti khalifah Abu Bakar, Umar, Ustman dan Ali.

C. Membahas tentang Iman dan Kufur
Dalam aliran Al Asy’ariah menguraikan bahwa Iman adalah mengikrarkan dengan lisan dan membenarkan dalam hati dan iman yang sempurna diikuti dengan mengerjakan anggota badan. Sedangkan orang mukmin bisa menjadi kafir adalah karena mengingkari rukun iman.

D. Perbuatan Manusia dan Tuhan
Perbuatan manusia dan Tuhan adalah bahwa Tuhan menghendaki kebaikan dan keburukan. Mengenai kekuasaan Tuhan adalah Tuhan berkuasa atas segalanya namun manusia diberi kebebasan usaha (Kasb) untuk mewujudkan suatu pekerjaan atau perbuatan. Perbuatan Tuhan tidak dapat dinyatakan mengapa, maksudnya bahwa perbuatan Tuhan itu bukan karena hikmah atau tujuan tertentu melainkan karena kodrat dan irodat Nya.
Tentang perbuatan manusia Asy’ariah berpendapat yang menjadikan perbuatan manusia adalah qudrah Allah. Tetapi besertanya qudrah manusia, jadi perbuatan manusia bukan diwujudkan oleh manusia itu sendiri melainkan diciptakan Tuhan. Namun dalam mewujudkan manusia mempunyai bagian, walaupun tidak efektif yang disebut Al Khasbu yakni bebarengan dengan kemampuan seseorang perbuatannya. Maka dengan itulah seseorang bertanggungjawab atas perbuatannya.

BAB IV
KESIMPULAN

Aliran Al Asy’ariah menggunakan Al Qur’an dan hadist sebagai dasar pokok agama dan disamping itu menggunakan akal pikiran, yang tugasnya tidak lebih daripada memperkuat nash-nash wahyu dan hadist.
Aliran Al Asy’ariah itu muncul karena Al Asy’ari tidak mememukan jawaban atas pertanyaan pada aliran muktazilah yang pada akhirnya menyebabkan Al Asy’ari keluar dan berganti aliran Al-Asy’ariah.
Aliran Al-Asy’ariah identik dengan sebutan Ahlussunnah Waljamaah karena Ahlussunnah adalah nama aliran atau faham sedangkan Al Asy’ari adalah tokoh yang mengajarkan tentang aliran tersebut yang kadang orang menyebut Aliran Ahlussunah dengan nama tokohnya yakni Al Asy’ariah.


Related Posts :

1 komentar:

kangmahfudz mengatakan...

siep ....

Poskan Komentar

 

Source

Gudang Makalah
Kampus Baca

Traffic

Pengikut

Copyright © 2009 Kampus Makalah
Designed by Anak Rantau and XML Coded by Blog Zone